Bidan merupakan tenaga kesehatan yang memiliki peran sangat penting. Tidak berlebihan jika dikatakan bidan merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil, melahirkan, paska melahirkan dan bayi baru lahir. Bidan bekerja tidak hanya di rumah sakit tetapi juga berada di tengah-tengah masyarakat secara langsung.

 

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, bidan seringkali dihadapkan pada kondisi gawat darurat yang mengancam keselamatan jiwa pasien. Oleh karena itu, penting sekali bagi perawat dan bidan untuk dapat mengenali kondisi gawat darurat serta melakukan penanganan yang cepat dan tepat, sehingga kejadian kecacatan dan kematian pada pasien gawat darurat dapat dicegah.

Untuk itu, Pro Emergency bekerjasama dengan Akbid & Akper Pelamonia Makassar kembali menyelenggarakan Pelatihan Basic Obstetric and Neonatal Life Support (BONeLS). Pelatihan ini merupakan Pelatihan rutin diselenggarakan di Akbid & Akper Pelamonia Makassar dalam setiap tahunnya.

 

Pelatihan BONeLS ini dimulai dengan Acara Pembukaan oleh Waka Kesdam XIV/Hasanuddin, dr. Basuki Widodo Sp.OT dan dihadiri oleh para pejabat tinggi RS. Pelamonia di Aula Akper dan Akbid Pelamonia, Jl. Garuda, Senin (02/07/18). Dalam sambutannya, dr. Basuki Widodo Sp.OT selaku Inspektur Upacara Pembukaan Pelatihan BONeLS dan BTCLS mahasiswa Akper dan Akbid Pelamonia Makassar menyampaikan bahwa Pelaihan BTLS, BCLS dan BONeLS adalah pelatihan penanggulangan penderita gawat darurat yang berorientasi pada pertolongan prehospital maupun intrahospital.

 

Kegiatan pelatihan ini diadakan dengan tujuan memberikan bekal kemampuan kognitif, afektif maupun psikomotor mengenai kegawatdaruratan bagi calon tenaga kesehatan, sehingga diharapkan nantinya perawat dan bidan akan siap melakukan tugas dan tanggung jawabnya dalam berbagai kondisi kegawatdaruratan. Selain itu, diharapkan lulusan (output) Akper dan Akbid Pelamonia mempunyai daya saing dalam berkompetisi di dunia kerja.

 

Pelatihan yang berlangsung mulai tanggal 02 – 09 Juli 2018 tersebut diikuti oleh 2 orang peserta, terdiri dari mahasiswa akper sebanyak 94 orang dan mahasiswa akbid sebanyak 135 orang. Instruktur Pelatihan terdiri dari dari dokter spesialis obstetric & ginecology, dokter umum, perawat dan bidan berpengalaman dan telah tersertifikasi.

 

Diharapkan dengan diselenggarakannya pelatihan ini, perawat dan bidan mampu memahami masalah kegawatdaruratan, memahami tingkat penanggulangan, serta mampu mengelola asuhan keperawatan dan kebidanan klien dengan kondisi gawat darurat (/BRMS)