Akbid pelamonia Makassar adalah kampus kesehatan dengan ciri khas disiplin. Dalam visi misi Akbid Pelamonia diusung sasaran unggul dalam asuhan kebidanan kegawatdaruratan, berdasarkan visi ini maka disusun kurikulum penunjang pencapaian visi misi. Dalam mata kuliah terdapat 6 sks tentang kegawatdaruratan.

Kegawatdaruratan yang dimaksud adalah kejadian yang tidak diduga atau terjadi secara tiba-tiba, seringkali merupakan kejadian yang berbahaya dan membutuhkan tindakan segera guna menyelamatkan nyawa.

Kegawatdaruratan yang diusung selama ini adalah kegawatdaruratan maternal dan neonatal, adalah kondisi kesehatan yang mengancam jiwa yang terjadi dalam kehamilan atau selama dan sesudah persalinan dan kelahiran, sedangkan neonatal adalah situasi yang membutuhkan evaluasi dan dan manajemen yang tepat pada bayi baru lahir yang sakit kritis.

Visi misi yang telah disusun dan direncanakan melalui renstra tentang kegawatdaruratan, dinilai kurang mengarah pada kebutuhan kebidanan, sehingga dengan melihat hasil monitoring dan evaluasi terhadap renstra dan renop, mendengarkan masukan alumni melalui tracer studi dan masukan dari tim Centre of Excellent Pendidikan kebidanan Indonesia pada saat visitasi kekampus Akbid Pelamonia awal desember kemarin, maka telah dilaksanakan Peninjauan terhadap Visi dan Misi Akbid Pelamonia. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 17-19 desember 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur internal diantaranya Direktur, para Wadir, Dosen, tendik dan Mahasiswa adapun unsur eksternal yang diundang adalah Direktur Rumah sakit yang menjadi lahan praktik, User, Preseptor maupun alumni.

Peninjauan Visi Misi yang dilaksanakan untuk meninjau kembali kebutuhan stakeholders terhadap kualitas lulusan, diharapkan terjadi sinergitas terhadap kebutuhan user dan lulusan yang akan dihasilkan. Direktur Akbid Pelamonia Mayor Ckm (K) Ruqaiyah S.ST.,M.Kes.,M.Keb diruang kerjanya menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan khususnya kebidanan semakin kompleks sebab kebutuhan terhadap ibu dan anak semakin banyak dan berkembang pesat, sehingga kesiapan dan kompetensi bidan harus mampu menjawab tantangan ini.

Alumni S2 Kebidanan Brawijaya ini juga menjelaskan bahwa peninjauan visi misi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas Akbid Pelamonia di kancah internasional. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir Akbid Pelamonia lebih dikenal dengan visi kegawardarauratan kedepan diharapkan Akbid pelamonia tumbuh dengan kegiatan Komplementer yang berkelanjutan.

Visi misi sejatinya sudah bisa untuk dibuatkan SK untuk sosialisasi kepada civitas akademika dan Tenaga kependidikan Akbid Pelamonia, tetapi karena proses Akreditasi AIPT sedang berlangsung, sehingga kegiatan ini ditunda sampai waktu diumumkan hasil Penilaian Akreditasi. Kekhawatiran kami jika nanti pada saat visitasi ada miss pada visi misi yang digunakan sebelumnya dengan visi misi yang baru lanjut Ibu Aik begitu biasanya beliau akrab disapa.

Pernyataan visi misi yang baru adalah  Menjadi penyelenggara pendidikan kebidanan, menghasilkan Ahli Madya Kebidanan yang disiplin, loyal dan unggul  dalam memberikan asuhan kebidanan  komplementer secara komprehensif sesuai kewenangan bidan, serta memiliki daya saing  di tingkat Asean pada  Tahun 2033.